Jutawan Tiban

Ingin menjadi jutawan di Kampung Besar — juga di wilayah lainnya di negeri ini — ternyata mudah saja. Cukup membeli minuman ringan dalam kemasan botol dan berharap tulisan di belakang tutup botol adalah sederet angka dengan nominal 100 juta rupiah.  Saya sudah mengalaminya.

Alhamdulillah, meskipun hanya dapat menukar tutup botol dengan satu botol minuman yang sama, saya tetap bersyukur.  Mungkin kalau tutup bertuliskan nominal jutaan rupiah saya juga akan meloncat-loncat kegirangan. Tapi rasa senang tersebut membelok menjadi kekecewaan. Warung penjualnya yang hanya berselisih 3 rumah tidak mau menerima penukaran tutup botol. Akhirnya tutup botol minuman tersebut saya letakan begitu saja di atas lemari pendingin dan disertai harapan bahwa kelak akan ada manfaatnya.

“Horreee! Papa dapat hadiah.” begitu teriak Yasmin sambil menari-nari mendekat. Saya hanya tersenyum melihat ulahnya. Dari balik genggaman tangannya terlihat sebuah tutup botol minuman kemasan yang saya letakan di atas lemari pendingin beberapa hari lalu.  Tidak ada perubahan, masih tertulis GRATIS 1 BOTOL belum berubah menjadi tulisan 100 JUTA RUPIAH. Tapi Yasmin tak perduli, baginya hadiah tetaplah hadiah.  Harus disyukuri dengan berjingkrakan diiringi teriakan bising. Ulahnya ini mengingatkan saya pada kejadian serupa hampir setahun lampau. Ketika itu Yasmin juga menemukan tulisan hadiah di balik tutup botol minuman yang sejenis. Bukan hanya satu tapi dua sekaligus. Keduanya bertuliskan nominal rupiah. Botol pertama tertulis 1000 rupiah dan botol kedua bertuliskan 5000 rupiah. Sejak menemukan tulisan hadiah di balik tutup botol, dia tidak bisa duduk tenang pinggulnya selalu goyang bak menari jaipongan sebelum menukar hadiah. Akhirnya berangkatlah Yasmin dengan ditemani pembantu menaiki mikrolet menuju agen penjualan minuman kemasan yang berjarak hampir 1 km. Ongkos yang dikeluarkannya adalah 8000 rupiah (2000 rupiah per orang x 2 orang  pergi-pulang) dan hadiah yang diperoleh hanya 6000 rupiah. Jadi Yasmin harus menambah dari uang jajannya sebesar 2000 rupiah. Bukannya untung malah buntung!

Meskipun Yasmin terlihat senang, tetapi kali ini dengan tegas dia menolak ketika saya memintanya untuk menukar tutup botol tersebut. Saya tersenyum sambil mengusap-usap kepalanya, rupanya dia sudah belajar dari pengalaman sebelumnya. Entahlah apakah jingkrak dan teriakannya yang baru saja ditunjukkan setara dengan rasa syukur seorang Ibu yang menerima kabar melalui telephone bahwa si Ibu tersebut memenangkan hadiah 100 juta rupiah dari sebuah hypermarket. Mendengar kabar gembira itu, si Ibu hanya mengucap syukur dan berpesan kepada si penelphone agar hadiah tersebut disalurkan saja ke yayasan anak yatim-piatu.  Giliran si penelphone — ternyata adalah anggota jaringan penipu undian berhadiah — yang kebingungan menghadapi polah calon korbannya kali ini. Tentu saja si penelphone tidak berhenti mencari calon korban lain setelah kebingungan tadi. Ya, karena dia juga menemukan tulisan dibelakang tutup botol minuman yang dibelinya: COBA TERUS!

Advertisements
Published in: on Monday, 18 August, 2008 at 12:17 am  Comments (1)  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://yamin.wordpress.com/2008/08/18/jutawan-tiban/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentLeave a comment

  1. BismiLLah…

    SubhanaLLoh, cerita yang menarik sekali bang Yamin. Setelah ãñÐrî baca dari pertamax sampe terakhir andri mendapat pelajaran :

    1. Kita harus mencontoh sikap polos anak kecil, yang masih bisa berbahagia dengan hal-hal yang sederhana, yang simple, ngga seperti orang2 dewasa pada umumnya yang maunya kadang2 tidak realistis alias fantastis.

    2. Memang kebenaran (walaupun itu tidak selalu menyenangkan beberapa orang) tetap harus disampaikan demi kebaikan orang itu juga.

    3. Pengalaman memang harus dijadikan guru, Ya! Justru guru yang sangat relevan, karena kita sudah membuktikannya.

    4. Memang dalam melangkah kita harus terlebih dahulu memikirkan, efek dari pijakan kaki kita ini, yang akan menentukan kemana kita akan dibawanya.

    5. Comment ini ternyata pertamax, non subsidi, seperti BBMnya si blacky, hohohooo :mrgreen:.

    Nice post bang, keep share and
    CU Arround 😉


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: