Balon dan Salon*

Ini sepenggal cerita tentang anak-anak. Jujur, polos dan terus terang, meskipun kadang sedikit mengecoh. Kejadiannya sendiri hampir 2 tahun lalu, tapi masih saja berbekas di ingatan. Semoga saja cerita ini bisa menambah wawasan kita tentang menariknya dunia anak-anak dan untuk mengingatkan bahwa kita sendiri pernah hadir di sana.

Sabtu sore ketika saya sedang berdiri di teras rumah, tiba-tiba sesosok lelaki menghampiri dengan langkah tergesa-gesa. Dengan gerakan yang gemulai ia memperkenalkan dirinya, “Sore Om, saya Zaenab temennya Opi.” Saya berusaha mengendalikan diri untuk tidak tertawa ketika dia kembali berkata, “Saya mau laporan Om, soal si Yasmin anaknya Om.” Saya mengerenyitkan dahi. Ada apa dengan Yasmin? Belum lagi hilang kebingungan ini, muncul Opi yang diakui Zaenab sebagai temannya. Karena saya sudah mengenal Opi, maka saya langsung bertanya kepadanya, “Yasmin kenapa, Pi?” Opi menjelaskan kronologis peristiwanya diimbuhi gerakan tangan yang tak kalah gemulai dengan Zaenab. Sesekali Zaenab menimpali dengan bahasa yang baek dan mendingan.

Tak terasa hampir sepuluh menit Opi bercerita dengan alur yg berputar-putar. Harusnya cerita itu selesai kurang dari lima menit. Tapi begitulah gaya bicara mereka, selalu mengulang-ulang penjelasannya. Ringkasnya, menurut mereka berdua, Yasmin menimbulkan kericuhan kecil di salon tempat mereka bekerja. Akhirnya saya putuskan untuk mengakhiri penjelasan Opi sekaligus menenangkan mereka berdua, “Begindang deh. Gua dah tahu kejadiannya. Ntar, gua kasih tahu Yasmin supaya ngga begitu lagi, Ok?” Mereka sepakat dan melepas senyum, senyum yang manis sekali.

Senyum itu masih menggantung di teras rumah ketika Yasmin muncul dari balik pintu. “Ehh..ada tamu,” seru Yasmin tanpa perasaan bersalah. Saya panggil Yasmin untuk mendekat. “Yasmin, kamu minta maaf sana!” Yasmin bertanya dengan wajah tak berdosanya, “Kenapa, Pa?” Saya diam tak menjawab. Dengan wajah merengut dia mendekati Opi dan Zaenab sambil menjulurkan tangan mungilnya. “Begitu dong! Baru namanya anak manis,” seru mereka hampir bersamaan. Yasmin tetap merengut. Sekejap kemudian Opi dan Zaenab pamit sambil melambai, “Daag Om…Daag Yasmin.”

Ketika dua makhluk Tuhan tersebut menghilang di balik pagar, saya menghampiri dan menanyakan kejadian sebenarnya versi Yasmin. Apa benar dia mampir ke salon dan membuat kericuhan di sana? Yasmin bersungut, “Yasmin cuma lewat samping salon sama teman-teman sambil nyanyi lagu Balonku.” Tidak ada yang aneh dengan jawabannya, namun rasa penasaran tetap saja menggayut. “Coba kamu nyanyi lagu Balonku,” pinta saya untuk menghapus rasa penasaran. Tanpa ragu Yasmin menyanyikannya dengan lancar. Liriknya benar meskipun beat-nya sedikit lain, kesal dan terburu-buru. Ah..mungkin hanya Opi dan Zaenab saja yang mengada-ada. Case closed saya simpulkan sambil melangkah ke dalam rumah menyusul Yasmin.

Belum lagi melewati pintu terdengar Yasmin menyanyikan lagu Balonku. Tapi kali ini liriknya sedikit berbeda: “Balonnya ada dua..rupa-rupa warnanya. Merah kuning rambutnya..Opi Zaenab namanya!” Duh..Yasmin, ternyata kedua orang balon* tadi memang tidak mengada-ada.

catatan : balon = banci salon; begindang = begini

* pernah dimuat dalam blog yang lain pada Oktober 2005

Advertisements
Published in: on Saturday, 24 February, 2007 at 10:21 am  Comments (2)  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: https://yamin.wordpress.com/2007/02/24/balon-dan-salon/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 CommentsLeave a comment

  1. ini cerita yang paling auliah demen, lucu =))

  2. Ternyata bener kata pepatah: buah jatuh gak jauh dari pohonnya… ha..ha..ha…. (unul)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: