Sajadah*


Quraish Shihab atau Asyumadi Azra? Shaf depan atau belakang? Hujan atau cerah? Di lapangan atau dalam masjid? Semua pertanyaan itu mengantri dengan sabar di dalam kepala. Seakan mereka tahu kalau jawabannya hanya ada setibanya kami di tujuan beberapa saat lagi.

Saya membentangkan sajadah tepat di bawah pohon angsana pada jalan setapak antara masjid dan lapangan, di depan saya terbentang lebih kurang sepuluh shaf mengarah ke mimbar dan di belakang tertinggal enam shaf. Cuaca masih mendung ketika panitia memberitahukan bahwa khatib Idul Adha adalah Komaruddin Hidayat. Saya tersenyum ketika menyadari bahwa semua tebakan saya dalam perjalanan tadi tidak satupun yang benar. Ah.. sudahlah namanya juga tebakan, kadang salah kadang lebih salah.

Selesai shalat kami menyegerakan diri pulang ke rumah. Setiba di rumah kami melakukan ritual bersalam-salam sesama angggota keluarga lainnya. Seisi rumah dipenuhi keceriaaan seperti halnya hari-hari raya sebelumnnya. Terdengar juga sesenggukkan kecil di pojok sana, mungkin ada yang sedang membayangkan kerabat yang tidak dapat berkumpul bersama.

Saya sendiri berdiri dekat pintu kamar sambil melongok mencari tahu di mana istri saya berada. Saya memangilnya untuk mendekat dan menyodorkan sebuah sajadah yang masih tampak baru terus bertanya siapa gerangan pemilik sajadah itu. Istri saya diam dan tampak kebingungan. Kemudian dia berlalu ke dalam kamar dan kembali lagi sambil menumpuk 2 buah sajadah yang juga masih tampak baru di atas sajadah yang pertama. Ia menjelaskan bahwa sajadah berwarna biru adalah pemberian kakak saya 2 tahun lalu; sajadah yang berwarna maroon juga pemberian dari kakak saya 6 tahun lalu; dan yang saya gunakan untuk shalat Idul Adha adalah pemberian ibu saya 15 tahun lalu!

Entah berapa lama saya terpekur di atas sajadah pemberian ibu. Terngiang pesannya sewaktu memberikan sajadah ini, “Kalau dipakai dengan baik, paling lama 2 tahun sudah lusuh.” Harusnya sajadah ini sudah sangat lusuh. Tapi kenyataannya sajadah yang sudah belasan tahun tampak seperti baru kemarin saya peroleh. Maafkan saya ‘Ma.

* pernah dimuat dalam blog yang lain pada Januari 2006

Advertisements
Published in: on Friday, 5 January, 2007 at 3:08 pm  Comments (1)  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://yamin.wordpress.com/2007/01/05/sajadah/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentLeave a comment

  1. dalem…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: